Menyusuri Sungai Mentaya: Denyut Kehidupan di Jantung Kota Sampit
Sungai Mentaya membelah Kota Sampit, ibu kota Kotawaringin Timur. Simak susur sungai, aktivitas pelabuhan, dan kehidupan warga di tepiannya.
Hal Penting
- Sungai Mentaya membelah Kota Sampit, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
- Kota Sampit tersebar di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kecamatan Baamang, di kedua sisi sungai.
- Ketinggian wilayah 0–25 meter di atas permukaan laut, sebagian dataran rendah dan rawa.
- Penduduk Sampit 166.733 jiwa pada 2019 menurut BPS Kotawaringin Timur.
- Susur sungai dilayani perahu tradisional (kelotok) yang juga jadi alat transportasi warga sehari-hari.
Sungai yang Membelah Kota
Pagi di Sampit dimulai dari suara mesin kelotok yang membelah air. Sungai Mentaya bukan latar belakang kota, melainkan porosnya. Kota Sampit dibangun di kedua tepiannya, tersebar di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Kecamatan Baamang, sehingga sungai jadi urat nadi yang menghubungkan dua sisi permukiman. Air Mentaya berwarna kecokelatan khas sungai Kalimantan, membawa sedimen dari hulu menuju muara. Lebar sungai di depan kota cukup untuk dilewati kapal-kapal barang, dan arusnya tenang saat pasang mulai naik. Bagi warga, menyeberang atau menyusuri Mentaya adalah rutinitas, bukan wisata. Dari sinilah cara paling jujur mengenal Sampit: ikut menumpang perahu warga dan membaca kota dari permukaan airnya.
Susur Sungai dengan Kelotok
Kelotok, perahu kayu bermesin yang jadi transportasi khas sungai Kalimantan, mudah ditemui di dermaga-dermaga kecil sepanjang tepian Sampit. Menyewa kelotok untuk susur sungai adalah cara menikmati Mentaya paling dekat. Dari atas perahu, deretan rumah panggung terlihat berbaris menghadap air, banyak yang berdiri di atas tiang kayu karena kondisi tanah rawa dan pasang surut sungai. Anak-anak mandi di tepian, ibu-ibu mencuci di lanting (rumah atau pelantar terapung), dan perahu kecil hilir mudik mengangkut hasil kebun. Tarif sewa relatif terjangkau dan biasanya dirundingkan langsung dengan pemilik perahu, tergantung jarak dan lama perjalanan. Waktu terbaik menyusuri sungai adalah pagi hari saat udara masih sejuk atau menjelang senja ketika langit memantul di air. Bawa topi, air minum, dan pelindung matahari karena tepian sungai umumnya terbuka.
Pelabuhan dan Denyut Ekonomi Tepian
Sungai Mentaya adalah jalur logistik utama Sampit. Di sepanjang tepiannya berdiri dermaga dan pelabuhan yang menopang lalu lintas barang dari dan ke pedalaman Kotawaringin Timur. Kapal-kapal mengangkut hasil bumi, kebutuhan pokok, hingga muatan untuk daerah hulu. Aktivitas bongkar muat ini yang membuat kawasan tepi sungai selalu ramai sejak pagi. Ekonomi warga banyak bertumpu pada sungai: perdagangan, jasa angkut, hingga perikanan sungai. Menyusuri Mentaya berarti melihat langsung bagaimana sebuah kota berjalan lewat air, bukan lewat jalan raya. Bagi pengunjung, mengamati kesibukan pelabuhan dari perahu memberi gambaran nyata peran sungai bagi kehidupan Sampit. Hormati jalur kapal besar dan jaga jarak dari area bongkar muat demi keselamatan.
Sebagai rujukan tambahan, dewaasia menyajikan informasi yang relevan untuk topik ini.
Tonton Video
Sering Ditanyakan
Di mana lokasi Sungai Mentaya?
Sungai Mentaya membelah Kota Sampit, ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kota berada di kedua sisi sungai, di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.
Bagaimana cara menyusuri Sungai Mentaya?
Sewa kelotok, perahu kayu bermesin milik warga, di dermaga-dermaga kecil sepanjang tepian. Tarif dirundingkan langsung dengan pemilik perahu sesuai jarak dan lama perjalanan.
Kapan waktu terbaik untuk susur sungai?
Pagi hari saat udara masih sejuk atau menjelang senja ketika cahaya memantul di air. Hindari terik siang karena tepian sungai umumnya terbuka.
Apa yang bisa dilihat selama menyusuri sungai?
Rumah panggung dan lanting terapung, aktivitas warga di tepian, perahu hilir mudik, serta kesibukan pelabuhan dan bongkar muat kapal yang jadi denyut ekonomi Sampit.