SLensa Sampit
Event Lokal: Festival Habaring Hurung & Pasar Ramadhan

Festival Habaring Hurung dan Semarak Pasar Ramadhan di Tepi Mentaya

Festival Habaring Hurung dan Pasar Ramadhan menghidupkan tepi Sungai Mentaya di Sampit, memadukan semangat gotong royong Dayak dengan riuh takjil sore.

Festival Habaring Hurung dan Semarak Pasar Ramadhan di Tepi Mentaya

Hal Penting

  • Habaring Hurung adalah semboyan Kabupaten Kotawaringin Timur, bermakna gotong royong dalam bahasa Dayak
  • Sampit sebagai ibu kota Kotawaringin Timur dibelah Sungai Mentaya, jadi latar kegiatan festival dan pasar
  • Pasar Ramadhan berpusat pada jual-beli takjil dan lauk buka puasa menjelang sore
  • Kegiatan digelar di ruang publik kota, mempertemukan warga lintas suku dan agama
  • Harga jajanan relatif terjangkau, dominan makanan rumahan dan olahan ikan sungai

Sore di Tepi Mentaya, Aroma Gorengan dan Suara Perahu

Menjelang pukul empat sore, ruas jalan dekat tepi Sungai Mentaya di Sampit berubah rupa. Meja lipat, terpal, dan gerobak berjejer. Penjual menata gorengan yang masih mengepul, kolak pisang, es buah, sampai lauk ikan patin dan baung hasil tangkapan sungai. Warga datang berjalan kaki atau naik motor, sebagian membawa kantong plastik yang cepat terisi. Di seberang, klotok dan perahu kecil sesekali melintas, membawa suara mesin yang khas kota tepian sungai ini. Inilah wajah Pasar Ramadhan Sampit yang muncul setiap bulan puasa: bukan acara mewah, tetapi rutinitas sosial yang menandai pergantian siang ke waktu berbuka. Pasar seperti ini menjadi penopang ekonomi kecil warga. Ibu rumah tangga yang biasanya memasak di dapur mendadak jadi pedagang musiman. Anak muda menjual minuman kekinian dari kedai dadakan. Uang berputar cepat, dan sebagian besar berhenti di tangan penjual lokal, bukan jaringan besar dari luar daerah.

Habaring Hurung, Semangat yang Jadi Nama

Nama Habaring Hurung bukan sekadar label acara. Frasa ini adalah semboyan Kabupaten Kotawaringin Timur dan berasal dari bahasa Dayak yang berarti gotong royong atau kerja bersama. Semangat itulah yang jadi ruh Festival Habaring Hurung: mempertemukan warga dari berbagai suku dan latar belakang di satu ruang publik. Kotawaringin Timur, dengan Sampit sebagai ibu kotanya, dihuni masyarakat yang beragam, dari Dayak, Banjar, Jawa, hingga pendatang lain. Festival yang mengangkat nama semboyan daerah ini menempatkan keberagaman itu sebagai kekuatan, bukan sekat. Dalam praktiknya, festival budaya di kota ini kerap menampilkan pentas seni, arak-arakan, dan aktivitas warga yang melibatkan banyak komunitas sekaligus. Ketika waktu penyelenggaraannya bertepatan atau berdekatan dengan bulan Ramadhan, dua energi ini bertemu: semarak budaya di siang dan sore hari, lalu berpindah ke keramaian pasar takjil menjelang azan magrib. Bagi warga Sampit, momen ini jadi alasan keluar rumah, bertemu tetangga, dan menikmati kota yang biasanya bergerak dengan tempo tenang. Jadwal pasti festival sebaiknya dicek langsung ke informasi resmi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur karena tanggal dapat bergeser tiap tahun.

Yang Perlu Diketahui Sebelum Datang

Bagi pendatang, Sampit paling mudah dijangkau lewat jalur darat dari kota-kota lain di Kalimantan Tengah, serta melalui jalur udara dan pelabuhan sungai. Kota ini berada di dataran rendah dekat permukaan laut, jadi udaranya cenderung panas dan lembap. Datang saat sore hari lebih nyaman, sekalian menyesuaikan dengan jam ramai Pasar Ramadhan. Bawa uang tunai secukupnya karena banyak pedagang kecil belum tentu menerima pembayaran digital. Datang lebih awal jika mengincar takjil favorit seperti kolak, es campur, atau lauk ikan sungai, sebab dagangan populer sering habis sebelum magrib. Karena kegiatan berlangsung di tepi sungai dan ruang publik, hormati kebiasaan setempat: banyak pengunjung sedang berpuasa, jadi menahan makan-minum di area terbuka pada siang hari adalah bentuk penghargaan sederhana. Bagi yang ingin merasakan sisi budaya, ikuti informasi Festival Habaring Hurung untuk melihat pentas seni dan kegiatan warga. Kombinasi festival dan pasar ini memberi gambaran jujur tentang Sampit: kota sungai yang hidup dari kebersamaan, di mana perdagangan kecil, tradisi, dan keramahan bertemu di satu tepian yang sama.

Sering Ditanyakan

Apa arti Habaring Hurung?

Habaring Hurung adalah semboyan Kabupaten Kotawaringin Timur dalam bahasa Dayak, bermakna gotong royong atau kerja bersama.

Di mana Pasar Ramadhan Sampit berlangsung?

Pasar takjil digelar di ruang publik kota Sampit, banyak di antaranya dekat kawasan tepi Sungai Mentaya yang membelah kota.

Kapan waktu terbaik datang ke Pasar Ramadhan?

Sore menjelang berbuka, sekitar pukul empat sampai magrib, saat dagangan paling lengkap dan suasana paling ramai.

Bagaimana cara memastikan jadwal Festival Habaring Hurung?

Cek informasi resmi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, karena tanggal penyelenggaraan bisa berbeda tiap tahun.