Tentang Kami
Sampit bukan sekadar ibu kota Kotawaringin Timur. Kota ini tumbuh di tepi Sungai Mentaya, tempat perahu kayu masih hilir mudik dan pasar pagi ramai sebelum matahari benar-benar naik. Kami membangun portal ini untuk merekam sisi Sampit yang jarang masuk brosur wisata: warung kopi yang buka sejak subuh, resep ikan patin kuning turun-temurun, sampai ritual budaya Dayak dan Melayu yang berpadu di sini.
Konten kami disusun dari penelusuran lapangan, obrolan dengan warga, dan sumber terbuka yang bisa diverifikasi. Tujuannya sederhana: memudahkan pendatang menemukan tempat makan enak, memandu perjalanan ke titik-titik menarik, dan menjaga cerita lokal tetap terdengar. Portal ini independen, tanpa afiliasi pemerintah maupun agen perjalanan mana pun.
Sumber Data & Rujukan
- Wikidata, OpenStreetMap, Wikipedia
- BPS Kalimantan Tengah