Festival Sungai Mentaya 2026: Geliat Ekonomi Kreatif dan Lomba Perahu Hias yang Ditunggu
Festival Sungai Mentaya 2026 kembali menghadirkan geliat ekonomi kreatif dan lomba perahu hias yang dinanti. Simak rangkaian acara dan dampaknya bagi Sampit.

Ringkasan Cepat (Key Facts)
- Festival Sungai Mentaya 2026 digelar sebagai bagian dari program pariwisata unggulan Kabupaten Kotawaringin Timur.
- Lomba Perahu Hias menjadi daya tarik utama dengan total hadiah Rp250 juta untuk pemenang.
- Pasar Kreatif menampilkan 150 UMKM lokal dengan produk unggulan seperti tenun Dayak dan kerajinan purun.
- Tiket masuk gratis dengan biaya parkir kendaraan roda dua Rp5.000 dan roda empat Rp15.000.
- Puncak acara diisi dengan pertunjukan musik etnik dan kuliner khas Sampit seperti sate dan sup ikan patin.
Geliat Ekonomi Kreatif di Pasar Festival
Pasar Kreatif Festival Sungai Mentaya 2026 menjadi ruang bagi pelaku UMKM Sampit untuk memamerkan produk unggulan. Tahun ini, 150 stan disiapkan dengan dominasi produk kerajinan purun, tenun Dayak, dan makanan khas seperti amplang. Menurut Dinas Perdagangan Kotim, transaksi tahun 2025 mencapai Rp1,2 miliar—angka yang ditargetkan meningkat 20% pada 2026. Pengunjung bisa menemukan kain sapu tangan motif Mandau seharga Rp75.000 atau keripik kuluyuk ikan baung kemasan ekonomis Rp15.000.
Lomba Perahu Hias: Tradisi yang Tetap Eksis
Lomba Perahu Hias tetap menjadi magnet utama festival. Untuk edisi 2026, panitia menyiapkan total hadiah Rp250 juta dengan kategori penilaian kreativitas hiasan dan kecepatan. Ratusan peserta dari desa-desa sepanjang Sungai Mentaya sudah mendaftar sejak kuartal pertama 2025. Yang menarik, tahun ini diperkenalkan bahan ramah lingkungan untuk dekorasi—respons terhadap isu pencemaran sungai. Pengunjung bisa menyaksikan prosesi perahu dari dermaga Taman Bundaran Sampit mulai pukul 08.00 WIB.
Dampak Ekonomi dan Tantangan Ke Depan
Kepala Dinas Pariwisata Kotim mengungkapkan festival tahun 2025 berhasil menarik 35.000 wisatawan—30% diantaranya pelancong luar daerah. Sektor akomodasi seperti Hotel Grand Mentaya dan penginapan di Jalan Diponegoro mengalami peningkatan okupansi hingga 85%. Namun, tantangan seperti manajemen sampah dan kesiapan transportasi darat masih menjadi pekerjaan rumah. Untuk 2026, pemkab berencana memperluas area parkir dan menambah shuttle boat dari Pelabuhan Kumai.
Orang Juga Bertanya
Kapan Festival Sungai Mentaya 2026 digelar?
Jadwal pasti masih dalam finalisasi, namun biasanya berlangsung di pertengahan tahun sekitar Juni-Juli. Pantau akun Instagram @dispar.kotim untuk update resmi.
Apa saja syarat mengikuti Lomba Perahu Hias?
Peserta harus berasal dari komunitas sungai di Kotim, mendaftar melalui kelurahan masing-masing sebelum April 2026, dan menggunakan minimal 40% material daur ulang dalam dekorasi.
Ada transportasi umum ke lokasi festival?
Ya, dari Terminal Tipe A Sampit tersedia angkot trayek Mentaya (Rp7.000/orang) atau ojek online dengan tarif sekitar Rp15.000 dari pusat kota.
Apa hidangan wajib yang harus dicoba di festival ini?
Jangan lewatkan sate payau racikan Pak Dul di stan kuliner zona C—dijual Rp25.000/porsi—dan es kelapa muda dengan gula aren asli Pangkalan Bun seharga Rp12.000.