SLensa Sampit
Kuliner Khas Sampit

Gangan Humbut: Kuliner Berkuah Santan yang Kembali Naik Daun di Warung Tepian Sungai Mentaya

Gangan Humbut, kuliner khas Sampit berkuah santan, kembali populer di warung tepian Sungai Mentaya pada 2025–2026. Hidangan ini menawarkan cita rasa gurih-pedas dengan bahan lokal segar.

Gangan Humbut: Kuliner Berkuah Santan yang Kembali Naik Daun di Warung Tepian Sungai Mentaya

Ringkasan Cepat (Key Facts)

  • Harga Gangan Humbut di warung tepian Sungai Mentaya berkisar Rp25.000–Rp35.000 per porsi (2025).
  • Bahan utama: ikan sungai, santan kental, dan rempah khas Kalimantan seperti andaliman.
  • Warung buka mulai pukul 10.00–21.00 WIB, ramai saat matahari terbenam.
  • Tren kemasan praktis untuk dibawa pulang meningkat sejak awal 2025.
  • Acara festival kuliner Sampit 2026 akan menampilkan Gangan Humbut sebagai hidangan unggulan.

Kenangan di Balik Kuah Santan yang Gurih

Gangan Humbut bukan sekadar hidangan biasa bagi warga Sampit. Sejak era 1980-an, kuliner ini menjadi sajian wajib di acara keluarga atau syukuran. Namun, popularitasnya sempat meredup ketika restoran cepat saji merebak di pusat kota. Kini, di tahun 2025, Gangan Humbut bangkit kembali lewat warung-warung sederhana di tepian Sungai Mentaya. Pedagang seperti Bu Yati (45 tahun) mengaku omzetnya naik 40% sejak awal tahun ini. "Dulu cuma lansia yang suka, sekarang anak muda sering minta dibungkus untuk konten medsos," ujarnya sambil menunjuk tumpukan daun pisang pengganti styrofoam.

Harmoni Rasa di Atas Perahu Kayu

Yang membedakan Gangan Humbut Sampit dengan daerah lain adalah penggunaan ikan-ikan sungai segar seperti lais atau baung, ditangkap pagi hari oleh nelayan setempat. Warung Apung Mentaya, salah satu tempat ikonik, menyajikan hidangan ini langsung di atas perahu kayu dengan view sunset. "Kami pakai santan peras manual, bukan kemasan. Andaliman dari Pegunungan Schwaner memberi aroma khas," jelas Rudi, pemuda 28 tahun pengelola warung. Dalam setahun terakhir, mereka menambah varian tingkat kepedasan mengikuti permintaan generasi Z. Menu andalan mereka dihargai Rp30.000 termasuk nasi dan sambal terasi khas.

Dari Tepian Sungai ke Panggung Festival

Dinas Pariwisata Sampit mencatat kenaikan 25% kunjungan wisata kuliner ke area Sungai Mentaya sepanjang 2025. Gangan Humbut mulai dilirik sebagai oleh-oleh berkat inovasi kemasan vacuum yang tahan 2 hari. Beberapa warung bahkan menyediakan paket lengkap dengan sambal dan kemplang (kerupuk ikan). Persiapan Festival Kuliner Sampit 2026 sudah memasukkan Gangan Humbut dalam kategori lomba kreasi modern. "Kami ingin sajian tradisional ini tidak punah, tapi bisa beradaptasi dengan selera baru," ungkap Kepala Dinas Pariwisata dalam rapat koordinasi akhir Mei lalu. Untuk pengunjung yang ingin merasakan versi otentik, warung legendaris seperti Pondok Patin Hj. Ani tetap mempertahankan resep turun-temurun.

Video Terkait

Orang Juga Bertanya

Apa waktu terbaik mencoba Gangan Humbut di Sampit?

Sore hari sekitar pukul 16.00–18.00 WIB saat ikan masih segar dan suasana tepian sungai ramai dengan aktivitas warga.

Bagaimana cara membedakan Gangan Humbut asli Sampit?

Ciri khasnya ada pada penggunaan andaliman (merica batak) yang memberi rasa sedikit kebas di lidah dan aroma rempah yang kuat.

Adakah versi vegetarian untuk Gangan Humbut?

Beberapa warung seperti Warung Makan Sari Laut menawarkan varian dengan jamur dan tahu sebagai pengganti ikan, harga Rp22.000 per porsi.

Apakah Gangan Humbut bisa bertahan lama untuk oleh-oleh?

Dengan kemasan vacuum termutakhir di tahun 2025, kuahnya bisa bertahan 36 jam dalam cooler bag. Warung Mak Jomblang menyediakan paket frozen yang tahan 3 hari.